Pengalaman Kirim Barang Pecah Belah Pakai Wahana Ekspres

Pagi itu di Yogyakarta, cuacanya agak mendung tapi udara cukup sejuk. Saya sedang bersiap untuk mengirimkan beberapa barang pecah belah—tepatnya satu set gelas kaca dan piring keramik—untuk adik saya di daerah Garut. Alasan pengirimannya sederhana, ia baru saja pindah rumah dan belum sempat membeli perlengkapan dapur. Karena barangnya lumayan berat dan ukurannya besar, saya mulai mencari ekspedisi dengan ongkir yang ramah di kantong tapi tetap aman. Pilihan akhirnya jatuh ke Wahana Ekspres.

pengalaman kirim barang pecah belah pakai wahana ekspres

Kebetulan, ada agen Wahana tidak jauh dari rumah saya, sekitar 10 menit naik motor. Saya berangkat sekitar pukul 09.00 pagi, sambil membawa paket yang sudah saya bungkus rapat dengan kardus tebal. Dalam perjalanan, saya sempat mampir sebentar ke minimarket dekat perempatan untuk membeli kopi kaleng. Maklum, mengurus paket pagi-pagi itu butuh sedikit penyemangat.

Proses Pengiriman di Agen Wahana

Sesampainya di agen, suasana cukup tenang. Tidak terlalu ramai, hanya ada dua orang pelanggan lain yang sedang mengurus pengiriman. Petugas di meja menyapa dengan ramah, lalu meminta saya meletakkan paket di meja timbang. Beratnya sekitar 6,5 kilogram.

Sebelum menimbang, saya sempat bilang ke petugas bahwa ini barang pecah belah. Mereka langsung menawarkan opsi tambahan berupa “fragile handling” dengan biaya sedikit lebih tinggi. Tentu saja saya setuju, karena ini menyangkut keamanan barang.

Setelah itu, petugas menempelkan stiker bertuliskan “Fragile” di beberapa sisi kardus, lalu memasukkan data ke sistem. Saya perhatikan, status awal yang muncul di resi adalah “Manifest”—yang berarti data pengiriman sudah masuk ke sistem Wahana dan paket siap diproses.

Perjalanan Paket

Hari pertama, paket masuk ke hub utama Wahana di Yogyakarta untuk disortir. Keesokan harinya, status berubah menjadi “Transit” di hub Jakarta. Dari pengalaman saya sebelumnya, Wahana memang menggunakan sistem hub-to-hub, sehingga paket biasanya melewati beberapa titik transit sebelum sampai ke kota tujuan.

Hari ketiga, paket sudah tercatat di hub utama Garut, dan statusnya berubah menjadi “With Delivery Courier” alias sedang dibawa kurir menuju alamat penerima. Sekitar pukul 15.00 sore, adik saya mengirimkan pesan WhatsApp: “Paketnya udah sampai, aman semua, nggak ada yang pecah!”—wah, rasanya lega sekali.

Kelebihan Wahana untuk Barang Berat

Dari pengalaman ini, saya melihat ada beberapa kelebihan Wahana untuk mengirim barang pecah belah atau barang berat ke daerah:

  1. Ongkir Lebih Murah – Dibanding ekspedisi lain, ongkir Wahana untuk paket berat terasa lebih bersahabat.
  2. Opsi Fragile Handling – Walau menambah sedikit biaya, tapi sangat membantu menjaga keamanan barang.
  3. Sistem Tracking Cukup Detail – Status pengiriman diperbarui di tiap titik transit, sehingga kita bisa memantau dengan jelas. Saya sendiri merasa puas karena barang sampai lebih cepat dari estimasi, dan kondisi fisiknya benar-benar aman. Tips dari Pengalaman Pribadi Dari beberapa kali mengirim barang pecah belah, ada beberapa tips yang bisa saya bagikan:
  • Gunakan Lapisan Ganda – Selalu bungkus barang dengan bubble wrap minimal dua lapis, lalu masukkan ke kardus yang kokoh.
  • Isi Ruang Kosong – Gunakan potongan kardus, kertas koran, atau busa untuk mengisi ruang kosong di dalam kardus agar barang tidak bergeser.
  • Beritahu Petugas – Selalu informasikan pada petugas bahwa barang Anda termasuk kategori fragile, supaya mereka memberi penanganan khusus.
  • Cek Resi Secara Berkala – Jangan malas untuk memantau perjalanan paket. Jika status terlalu lama di satu lokasi, Anda bisa menghubungi pihak ekspedisi. Pengalaman saya ini membuktikan bahwa keamanan barang tidak hanya tergantung pada ekspedisi, tapi juga pada cara kita mengemasnya. Bahkan dengan ongkir murah sekalipun, kalau pengemasannya benar, kemungkinan barang selamat akan jauh lebih besar.

    Kesimpulan

    Mengirim barang pecah belah memang butuh perhatian ekstra. Pilihan saya menggunakan Wahana Ekspres kali ini terbukti tepat—ongkir hemat, layanan ramah, dan yang paling penting, barang sampai dengan kondisi sempurna.

    Bagi Anda yang sering kirim barang, apalagi barang yang rentan rusak, jangan lupa selalu memantau perjalanan paket melalui sistem tracking resmi. Kalau mau cara yang lebih praktis, saya pribadi merekomendasikan cek resi lewat banknet.biz.id.

    Situs ini mendukung banyak ekspedisi sekaligus, termasuk Wahana, jadi Anda tidak perlu repot buka banyak website. Mengirim paket memang terlihat sederhana, tapi detail kecil seperti memilih ekspedisi yang tepat, mengemas barang dengan benar, dan rajin memantau status pengiriman bisa membuat perbedaan besar. Dan dari pengalaman ini, saya bisa bilang: kirim barang pecah belah dengan Wahana? Aman dan puas hasilnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top